ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Mengetahui Perbedaan antara Jerawat yang Muncul di Usia Remaja dan Jerawat Dewasa

Jerawat adalah masalah kulit yang bisa dialami oleh siapa saja, bahkan tak megenali usia. Tidak bisa disamakan, karenanya setiap jenis jerawat harus diatasi dengan tepat agar bisa segera sembuh dan tidak lagi mengganggu penampilan. Kebanyakan masalah jerawat dihubungkan dengan ketidakseimbangan hormon atau siklus menstruasi sehingga banyak remaja mengalami atau biasa disebut dengan jerawat masa puber.

Seakan tak pernah berhenti ‘menghantui’, ternyata orang dewasa dengan usia di atas 30 tahun juga masih bisa mengalami masalah jerawat, loh! Lalu, apa beda antara jerawat yang dialami saat masa remaja dengan jerawat yang dialami saat dewasa? Berikut penjelasan lengkapnya!

Jerawat remaja dan dewasa adalah dua kondisi yang berbeda

Pada dasarnya, jerawat disebabkan oleh masalah kebersihan kulit dan ketidakseimbangan hormon. Karenanya, banyak orang menganggap bahwa jerawat hanya bisa dialami oleh mereka yang masih berusia remaja. Padahal seseorang yang sudah berusia 30 tahun ke atas tetap rentan mengalami masalah jerawat. Berbagai faktor penyebabnya bisa karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, stres, membersihkan wajah terlalu intens, salah memilih produk, bahkan faktor polusi. Sedangkan jerawat di usia remaja lebih umum disebabkan karena perubahan hormon, di mana tubuh mulai memproduksi hormon-hormon tertentu. Selain itu ada juga faktor keturunan yang bisa menjadi penyebab jerawat usia remaja maupun usia dewasa.

Jerawat masa puber atau remaja

Jerawat di masa puber atau di usia remaja biasanya muncul di area dahi, hidung dan pipi. Meningkatnya hormon androgen di masa puber yang terjadi saat siklus menstruasi menyebabkan kelenjar sebasea pada wajah menghasilkan minyak berlebih yang pada akhirnya menyumbat pori-pori bersama kotoran dan bakteri propionibacterium acnes sehingga memunculkan jerawat. Kabar baiknya, jerawat yang muncul pada masa puber ini terbilang sangat cepat hilang dibandingkan dengan jerawat dewasa. Kulit di masa remaja memiliki kemampuan regenerasi sel cepat dan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini yang menyebabkan jerawat yang terjadi di usia remaja cenderung cepat hilang setelah masa siklus menstruasi selesai dibandingkan dengan jerawat yang terjadi di usia di atas 30 tahun yang cenederung sangat sulit diatasi dan dihilangkan. 

Baca Juga: Berbeda dengan Jerawat yang Muncul di Masa Puber, Ini Fakta Tentang Adult Acne yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Jerawat dewasa atau adult acne

Berbeda dengan jerawat yang muncul saat masa puber atau remaja, jerawat yang muncul di usia di atas 30 tahun biasanya muncul di area sekitar mulut, dagu dan rahang. Jerawat dewasa atau yang bisa disebut dengan adult acne, lebih disebabkan pada perubahan hormon yang biasanya lebih banyak terjadi pada wanita di masa kehamilan dan pasca melahirkan. Selain itu, jerawat dewasa juga bisa disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat dan juga kondisi pikiran yang stres. Terlalu banyak minum minuman beralkohol dan merokok adalah contoh kebiasaan buruk yang akan membuat hormon menjadi tidak seimbang dan menyebabkan munculnya adult acne. Ada juga beberapa makanan yang bila dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu munculnya jerawat dewasa seperti produk olahan susu, produk-produk olahan, junk food serta camilan yang banyak mengandung gula.

Jerawat puber dan jerawat dewasa perlu diatasi dengan treatment yang berbeda

Perbedaan penyebab dan kondisi kulit pada saat mengalami jerawat di usia remaja dan adult acne membuatnya harus diatasi dengan cara yang berbeda juga. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat di masa puber karena siklus menstruasi adalah dengan menjaga kebersihkan kulit sehari-hari menggunakan produk yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi kulit. Hindari produk skin care dengan kandungan yang berpotensi menyumbat pori-pori dan membuat produksi minyak pada wajah semakin banyak. Pilih skin care dengan kandungan Salicylic Acid dan Benzoyl Peroxide yang dapat membantu meminimalkan tumpukan kotoran, sel kulit mati dan bakteri yang menumpuk pada pori-pori. Tak boleh lupa juga penggunaan moisturizer secara rutin sesuai jenis kulit untuk menyeimbangkan kadar minyak pada wajah.

Sedangkan untuk jerawat yang muncul di usia 30 tahun ke atas, penanganannya lebih kompleks karena melibatkan gaya hidup atau kebiasaan sehari-hari. Saat mengalami adult acne, hindari menyentuh dan memencet jerawat secara sembarangan karena akan membuatnya menjadi semakin parah dan berujung pada kulit yang iritasi dan menimbulkan bekas jerawat yang akan mengganggu penampilan. Mengatasi adult acne memang memiliki tantangan tersendiri karena seiring berjalannya waktu kulit menjadi semakin sensitif dan mengalami penurunan kemampuan regenerasi sel kulit. Alasan tersebut membuat adult acne tidak bisa diatasi dengan mudah. Berberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sekaligus mencegah munculnya adult acne adalah menghindari makanan pemicu jerawat, melakukan yoga atau meditasi untuk meredakan stres, membersihkan wajah dengan benar, dan juga menggunakan produk kecantikan sesuai usia serta kondisi kulit. Bila kondisinya tak kunjung membaik atau semakin parah, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit.

Baca Juga: Agar Tidak Salah Penanganan, Ayo Kenali Terlebih Dahulu Apa Itu Jerawat Hormonal

PREVIOUS ARTICLE

Sering Tidur Tanpa Membersihkan Makeup? Ini Dampaknya Bagi Kulit Menurut Ahli Dermatologi!

NEXT ARTICLE

Bloomstay Vitalizing, Rangkaian Skin Care Terbaru Sulwhasoo Tanpa Kandungan Ginseng di Dalamnya

RELATED ARTICLES

COMMENTS

1comment


  • Ainun Nabiila4 weeks ago

    Makasih infonya!