ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Menyimpan Produk Skin Care pada Suhu Ruang yang Terlalu Panas, Adakah Efek Buruknya?

Menjaga produk skin care agar awet memang susah-susah gampang, ya? Selain harus memerhatikan tanggal kedaluarsanya, tentu Anda juga perlu memerhatikan di mana letak penyimpanan produk skin care yang tepat. Sebagian besar dari Anda mungkin juga sudah ada yang familiar dengan petunjuk penyimpanan yang tertera pada label produk skin care, baik dalam suhu ruang, tempat yang teduh, atau bahkan di dalam kulkas karena suhu yang dingin dipercaya dapat memperpanjang usia dari produk skin care. Namun, apakah suhu ruangan yang terlalu panas memiliki hubungan dengan potensi kerusakan dari produk skin care Anda?

Uji Ketahanan Panas dalam Proses Pembuatan Produk Skin Care

Produk Skin Care

Selain fokus pada bahan-bahan yang digunakan untuk membuat suatu produk skin care, proses bagaimana suatu produk dibuat juga tidak kalah pentingnya. Perlu Anda ketahui bahwa ketika produk skin care yang dibuat di laboratorium bersertifikat, para ahli kimia akan melakukan suatu pengujian yang disebut oven test atau uji ketahanan panas. Oven test ini merupakan bagian dari tes kestabilan produk yang memang diwajibkan sebelum suatu produk dapat dijual bebas ke khalayak luas.

Dalam oven test ini, produk skin care akan dimasukkan ke dalam oven dengan suhu yang terus meningkat hingga 45 derajat Celcius dengan kelembapan relatif 70 sebesar persen. Biasanya, produk akan disimpan di lingkungan tersebut dalam jangka waktu yang bervariasi, mulai dari enam minggu hingga tiga bulan. Setelah itu, para ahli kimia akan melihat apakah konsistensi dari produk tersebut berubah selama jangka waktu pengujian, kemudian melakukan penelitian secara lebih lanjut.

Baca Juga: Sebelum Menambahkan Produk Skin Care dari Dokter ke Dalam Rutinitas Perawatan Kulit, Ini Beberapa Hal yang Perlu Anda Perhatikan

Bentuk dari ‘Panas’ Sebenarnya yang Harus Dihindari

Produk Skin Care

“Lalu, jika semua produk skin care sudah melalu oven test, harusnya sudah terbukti tahan dengan suhu panas, dong?”

Nah, perlu Anda ketahui bahwa oven test ini hanya terkait dengan temperatur saja, tetapi tidak ada kaitannya dengan bentuk panas lain yang secara alami ada di sekitar kita sehari-hari, yaitu sinar UV dari panas matahari. Inilah sebetulnya bentuk dari ‘panas’ yang harus dihindari saat Anda menyimpan produk skin care . Sinar UV diketahui dapat mempercepat degradasi dari banyak bahan aktif yang ada di dalam produk skin care yang mana berisiko dapat menyebabkan produk jadi tidak efektif lagi.

Produk Skin Care

Produk skin care dengan khasiat anti-aging, anti-oksidan, atau untuk pengobatan jerawat yang mengandung vitamin A, C, dan retinoid harus Anda hindarkan dari paparan sinar matahari langsung. Jenis kandungan tersebut diketahui lemah terhadap sinar UV dan dapat mengakibatkan kandungannya rusak. Itulah mengapa produk yang mengandung bahan tidak stabil, seperti yang telah disebutkan di atas, biasanya dikemas dalam wadah yang buram, sehingga sinar UV tidak dapat melewatinya. Selain itu, produk skin care yang hanya menggunakan bahan alami juga harus dihindari dari paparan sinar matahari langsung.

Lantas, di mana kita dapat menyimpan produk skin care? Untuk menghindari dari paparan sinar matahari langsung, Anda dapat menyimpan produk skin care langsung di dalam kantong atau pouch yang tertutup dan di lokasi gelap lainnya, seperti di dalam laci meja atau lemari.

Baca Juga: Serba-Serbi Hydroquinone, Kandungan Pencerah yang Kini Tak Boleh Lagi Digunakan Pada Produk Skin Care

PREVIOUS ARTICLE

Review: Maybelline Master Chrome Molten Gold, Highlighter Drugstore yang Disukai Banyak Orang. Apakah Memang Sebagus Itu?

NEXT ARTICLE

Review: Bersihkan Makeup Waterproof dengan Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water

RELATED ARTICLES

QC Content at BeautyJournal

COMMENTS

23comments


  • Alifia Rizka1 week ago

    Terima kasih informasinya

  • Tyas Dewi1 week ago

    Thanks infonya

  • Aisyah Rukmi1 week ago

    Nice info

  • Luluk Alvina1 week ago

    thx u..

  • Emma Setyowati1 week ago

    Ini nih info yang dicari-cari selama ini. Terima kasih sangat bermanfaat.

  • Lena Nurlailani1 week ago

    Thanks infonya

  • Ester Elfaryani1 week ago

    Untung aku baca

  • Charin Dwi Lestari1 week ago

    Semoga bermanfaat

  • Feby Aryani Sasmita1 week ago

    Aku masih sering mengabaikan hal ini nih. Makasih remindernyaaaa

  • Tesa Wilhelmina1 week ago

    makasih buat infonya😄

  • Adinda Oryma1 week ago

    Thanks infonya

  • Jilian Piolin1 week ago

    Thanks. Jdi mkin paham deh

  • Camila Az1 week ago

    Nice infoo :)

  • Ratri Ayuni Dewi1 week ago

    Yeay thx for your info

  • Hanifah Harsiwi1 week ago

    thanks infonya, bermanfaat sekali

  • Juni Tania1 week ago

    Nice info

  • Puteri Nabilah1 week ago

    Baru tau nih. Thanks!

  • Lena Nurlailani1 week ago

    Thank u infonyaaa

  • Junitri Dian Syahdanis1 week ago

    nice article

  • Niken Setyaningsih1 week ago

    wuh thakyu

  • Charin Dwi Lestari1 week ago

    Nice articel

  • Tanti Hardiyanti1 week ago

    thanks infonya

  • Fairuz Alika Solindrainada1 week ago

    Wahh nice info