ATUR ULANG PASSWORD

Atur ulang password

Lupa password Anda? Masukkan alamat email.

Beauty

Ada Apa Antara Kulit, Polusi, dan Lingkungan?

Apa sih hubungan antara kulit, polusi, dan lingkungan?

Selama ini, mungkin Anda bertanya-tanya atau bahkan tidak menyadari kalau ketiganya ternyata berkaitan erat, lho! Yuk, kita bahas satu per satu.

Kulit, Polusi, dan Lingkungan

KULIT

Kulit merupakan suatu ekosistem yang sangat besar dan lengkap. Mengapa? Karena kulit tak hanya merupakan organ terluas dari tubuh manusia melainkan juga selalu berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungannya secara terus menerus. Itu sebabnya, menurut Aurelie Guyoux, Global Research and Development NAOS dan ahli Ecobiology, kulit merupakan ekosistem biologis yang cerdas dan dinamis.

POLUSI & LINGKUNGAN

Sebagai penghubung dengan lingkungan, kulit menempati posisi pertama dalam menghadapi paparan polutan yang dihasilkan lingkungan, baik di luar maupun di dalam ruangan, lho! Debu, asap rokok, gas buangan, partikel-partikel halus hingga nanopartikel (partikel ultrafine) yang bisa menembus ke dalam permukaan kulit, logam berat, ozon, senyawa organik yang mudah menguap dan karbon monoksida membombardir kulit siang dan malam tanpa bisa dihindari. Meskipun kehidupan Anda sebagian besar dihabiskan di dalam ruangan, hal ini tetap saja tidak mengurangi paparan polutan pada kulit, karena mereka juga hadir di dalam bangunan; furnitur, peralatan elektronik, sistem pemanas, dan AC.

Serangan polutan yang bertubi-tubi pada kulit ini bisa menimbulkan stres oksidatif pada kulit. Kulit memang memiliki kemampuan untuk merespon secara alami dan melindungi dirinya sendiri dengan menggunakan reaksi detoksifikasi seluler yang berfungsi menghilangkan berbagai polutan. Namun ketika jumlahnya terlalu banyak, tentu saja kulit akan kewalahan. Itu sebabnya, kondisi kulit yang normal sekalipun dapat menjadi sensitif, kemerahan, hingga terjadi penuaan dini pada sel-sel kulit.

Selain itu, sinar UV, variasi temperatur udara, angin, dan kualitas air yang buruk juga menyebabkan kulit bereaksi. Reaksi yang ditunjukkan pun bermacam-macam, bisa berupa keringat, fungsi penghalang alami kulit yang berubah, pigmentasi kulit, hingga adanya pergantian sel.

MERAWAT KULIT MELALUI PENDEKATAN EKOBIOLOGI

Melalui pendekatan ekobiologi (yang berasal dari kata ekosistem dan biologi), eratnya hubungan antara kulit, polusi, dan lingkungan ini mengingatkan Anda kembali pentingnya menghormati dan memperkuat mekanisme biologis alami kulit dengan menggunakan bahan-bahan aktif pilihan yang selaras sempurna dengan kulit. Fungsinya tentu saja untuk meminimalkan jumlah polutan dan dampaknya pada lapisan epidermis kulit.

Kulit, Polusi, dan Lingkungan

Lalu bagaimana caranya memilih produk yang menghormati dan memperkuat mekanisme biologis alami kulit? Baca artikel mengenai ‘Kamus A-Z Bahan Aktif dalam Perawatan Kulit yang Anda Butuhkan’ berikut ini!

PREVIOUS ARTICLE

Resmi Hadir di Indonesia, Brand Asal Jepang KOSÉ Cosmeport Tawarkan Berbagai Produk Perawatan Kulit, Tubuh, dan Juga Rambut

NEXT ARTICLE

Produk Kecantikan Favorit Anda Sudah Tidak Diproduksi Lagi? Jangan Khawatir, Lakukan Hal Ini Saja!

RELATED ARTICLES

Bioderma is a NAOS brand. #BiodermaIndonesia

comments